Monu dan Daru sedang menuntun kambing dari pasar hewan. Monu : Wah,Dar besar sekali kambingmu.Berapa kau beli? Daru : Jantan. Monu : Murah amat. Daru : Iya,dong.Kan untuk korban mesti jantan. Monu : Saya baru saja beli Rp.1.400.000,- Daru : Jangan khawatir.Datang saja nanti ke rumah kalau ingin nyate. Monu : Memang,kalau baru musim begini,kambing jadi mahal. Jono (Tidak tuli) : Wah,,,wah,,,Stop,Stop,Stop! (Sambil memberi isyarat)
Seorang polisi masuk ke kamar mayat di sebuah rumah sakit untuk menyelidiki kasus kematian tiga lelaki sekaligus. Setelah memeriksa mayat-mayat itu, dia bertanya kepada penjaga kamar mayat tersebut.
Polisi: Mengapa ketiga mayat tersebut mati dalam keadaan tersenyum?
Penjaga: Lelaki pertama sedang bersanding dengan kekasihnya di hari pernikahannya, kemudian tiba2 diserang struk. Lelaki kedua kabarnya menang lotere dan mati karena serangan jantung dan yang ketiga disambar petir.
Polisi: Hah! Kenapa disambar petir tersenyum?
Penjaga: Waktu itu dia ingat orang sedang mengambil gambarnya untuk dijadikan cover majalah terkenal...
Ada 2 orang anak kecil bernama paijo dan bejo sedang memancing di sebuah kolam tambak.Sambil menunggu umpannya disambar ikan,keduanya ngobrol. Bejo : Eh,kamu tau ga apakah ini kolam dalam? Paijo : Tau,kolam ini dalamnya hanya satu meter! Bejo : Kalau kita kecebur di dalamnya,mati nggak? Paijo : Ya,kalau tidak mati ya hidup! Bejo : Coba kau kuceburkan! (sambil menggoyangkan badan paijo,main-main) Paijo : Eeeeee,,,,Kalau aku kecebur dan sampai mati,kulempar batu kau! (dengan ketakutan) Bejo : Emang ada orang yang sudah mati bisa melempar?
Nenek Sastro dirawat di rumah sakit. Menurut dokternya, asmanya sudah semakin buruk sehingga perlu dipasang oksigen. Sudah beberapa hari dia tidak berbicara dan sepertinya koma. Dikira sudah menjelang ajal, maka anaknya memanggil seorang Mudhin (tukang do'a) agar di doakan. Keika sedang khusyuk Pak Mudhin berdoa, tiba-tiba muka nenek Sastro bertukar warna biru seolah-olah tidak lagi bernafas. Tubuhnya menggigil kemudian dengan menggunakan bahasa isyarat nenek Sastro minta diambilkan kertas dan pulpen. Sisa-sisa tenaga yang ada digunakan oleh nenek Ani untuk menulis sesuatu dan memberi kertas tersebut kepada Pak Mudhin.
Sambil terus berdoa Pak Mudhin lalu langsung menyimpan kertas tersebut tanpa membacanya karena pikirnya dia tidak sanggup membaca surat wasiat tersebut didepan Sastro. Tak lama kemudian nenek Sastro meninggal dunia. Pada hari ketujuh meninggalnya nenek Sastro, Pak Mudhin diundang untuk datang kerumah Sastro.
Selesai memimpin do'a, Pak Mudhin berbicara, "Saudara-saudara sekalian, ini ada surat wasiat dari almarhum nenek Sastro yang saya simpan dan belum sempat saya sampaikan, yang saya pasti sepertinya nasehat untuk anak cucunya semua. Mari kita sama-sama membaca suratnya".
Pak Mudhin membaca surat tersebut, yang ternyata berbunyi :
"Mudhin jangan berdiri di situ...! Jangan injak saluran oksigenku..!"
Bedul diterima bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan IT yang terkenal di indonesia.Di hari pertamanya kerja ternyata pekerjaannya sudah menumpuk banyak dan ditengah mengerjakan pekerjaannya dia menelpon seseorang bermaksud minta dibuatkan kopi untuknya. "Halo,Tolong buatkan saya kopi cepat!" Katanya memerintah. "Maaf, anda salah sambung. Anda tahu dengan siapa anda berbicara?" Kata suara di ujung telepon itu. "Tidak" Jawab Bedul. "Saya manager di perusahaan IT ini, Anda tahu?" Balas suara Itu. Kemudian bedul terkejut.Barulah dia sadar dia salah telepon.Sebenarnya dia ingin menghubungi kantin. "Anda juga tahu dengan siapa anda berbicara ini?" Tanya Bedul. "Tidak tahu,memang anda siapa?" Balas Manager itu.. "Kalau tidak tahu bagus..." Kata Bedul terus meletakkan gagang telepon itu.