Kalau ada pemuda yang setiap malam minggu bisa mengajak pacarnya jalan keluar maka sebaliknyalah yang terjadi dengan Tono.Ia seorang mahasiswa miskin.Dan hanya mampu mengajak Tini mengisi Teka-teki silang yang diguntingnya dari koran dan majalah selama seminggu itu. Mulanya Tini tenang-tenang saja.Tidak menuntut apa-apa.Tetapi terlalu sering disuguhi cerita muluk-muluk tentang "Pacar yang baik" oleh teman-temannya,lama-lama Tini mulai cerewet.Sedang Tono hanya bisa mengelus dada.Menahan dongkol. Suatu hari mereka berada di pasar senen.Dan mendadak Tini merasa perutnya mules.Cepat-cepat Tono mengantarkannya ke lantai III. Disana ada WC umum. Keluar dari WC Tini nyeletuk: " Wah,rasanya mau putus deh ususku tadi.Untung ada kau." " Sekarang sudah lega?" " Sudah" " Nah,makanya kau jangan cerewet terus.Aku bukannya tidak mau mentraktir kau seperti pacar teman-temanmu itu.Tetapi aku menunggu saat yang paling tepat seperti tadi." " Lho,kapan kau mentraktirku?" Sergah Tini melotot. " Baru saja.Kau bisa enak-enak buang air besar di WC Umum situ,kan aku yang bayar."
Suatu malam,sebuah keluarga berkumpul nonton tv acara anak-anak.Dalam acara sandiwara anak-anak itu diceritakan kebaikan anak-anak dalam sebuah keluarga.Diceritakan anak-anak tersebut selalu menuruti nasehat dan perintah orang tuanya.Sang ayah yang juga menonton tv itu sangat terkesan.Dia teringat pada anak-anaknya yang bandel. Ayah : Nah,Anak-anak,siapa diantara kita semua yang selalu menurut perintah ibu? Selalu mengerjakan apa yang diperintahkan ibu? (Ayahnya bermaksud menyindir) Anak2 : Ayaaah! Ibu : Ah,masak? Tidak beberapa lama kemudian. Anak2 : Ayah menurut perintah ibu,ayah disuruh ibu mencuci piring,mencuci pakaian dan menggosok baju,,,,,
Yang jelek,yang jahat,yang sombong dan yang brengsek-brengsek,itulah orang kota.Benarkah begitu? " Tidak " Bantah bang Surya, " Buktinya begini : Seseorang yang baru datang ke jakarta,suatu malam tersesat di jalan.Ia bingung karena sudah tidak ada bis yang lewat dan tak ada tempat bertanya.Orang yang tersesat itu hanya menangis.Tapi tak lama kemudian lewatlah beberapa pemuda naik mobil.Orang yang tersesat itu lalu di ajaknya naik mobil dan diantarkan ke rumahnya." Kata bang Surya. Mendengar cerita itu orang-orang kampung yang mengerumuni bang Surya mengatakan bahwa jika pertolongan demikian itu,tidaklah istimewa." Biasa-biasa saja" Kata mereka. " Soalnya saya belum menceritakan seluruhnya, " Jawab bang Surya. " Sebelum orang itu diantarkan pulang,terlebih dahulu diajak keliling kota,ditraktir makan,nonton film pertunjukkan tengah malam.Malah nginep di hotel segala,karena terlalu malam untuk pulang.Keesokan paginya barulah pemuda itu mengantarkannya." " Hebat benar," Kata orang-orang kampung. " Kaukah yang tersesat itu?" " Bukan," Jawab bang Surya, " Yang tersesat itu adalah Vivi,anak gadisku."
Seorang nyonya dengan gaya yang anggun dan mempesona datang ke sebuah hotel.Setelah mendaftar untuk reservasi,dia diantarkan oleh Room-boy.Sebuah pintu yang berukuran tidak lebih dari satu meter terbuka.”Wow,saya tidak mau kamar sekecil ini!Buat apa kamar yang kecil ini.Tidak ada tempat tidurnya,tidak ada jendelanya!Kalau begitu,saya pindah ke hotel lain!” katanya garang.
Room-boy yang mengantarkan bingung.Terdiam sejenak setelah berpikir,dia berkata:”Nyonya,ini bukan kamar tapi lift!” Kata Room-boy dengan tersenyum dan menganggukkan kepala.Dengan muka merah padam,sang nyonya ikut masuk ke dalam lift.